Saya PAHAM dan SERING DENGAR banyak orang takut dengan HIPNOSIS.

Tahukah Anda bahwa Anda bisa sadar sepenuhnya jika Anda MAU??
Banyak aliran hypnosis, namun hypnosis yang saya pelajari dan para guru saya pelajari adalah hypnosis dari aliran Barat yang sangat ilmiah TANPA menggunakan ilmu – ilmu magis atau energy negatif apapun…. HIPNimagesOSIS yang saya pelajari berkiblat pada ilmu alam bawah sadar dari pikiran manusia yang telah dirintis oleh para pakar psikologi ilmiah FREUD yang terus berkembang dan menjadi suatu SUMBER DAYA yang luar biasa DI PENGALAMAN BAWAH SADAR MANUSIA disertai TEKNIK MENGAKSES sumber daya yang luar biasa ini untuk keperluan penyembuhan, pemberdayaan dan memaksimalkan potensi seseorang sesuai keinginan atau tujuan yang ingin dicapai.
Saya paham, karena mungkin Anda pernah melihat di Televisi Kesayangan Anda tentang beberapa tayangan hypnosis untuk pertunjukan yang di kombinasi dengan sedikit terapi.. awalnya mungkin Anda berpikir bahwa hal itu lucu, menyenangkan bisa bertanya apapun dan di jawab dengan jujur dan tiba – tiba Anda sampai di sebuah kesimpulan bahwa… jangan sampai saya di hypnosis atau dekat – dekat orang yang bisa menghipnosis… berikut beberapa pikiran yang spontan muncul ketika Anda belum tahu apa itu hypnosis yang Anda lihat di TV :
• Takut dikuasai orang lain
Andalah yang menguasai diri Anda. Orang lain harus meminta ijin dahulu pada diri Anda jika memang Anda memperkenankan diri Anda untuk di kuasai, di ambil alih atau di perintah. Tentunya jika Anda datang ke hipnoterapist akan berbeda hal nya jika Anda datang ke sebuah pertunjukan TV. Hal ini sama hal nya jika Anda datang ke dokter apakah sama dengan Anda hanya datang ke seminar alat kesehatan di TV dan demonya? Tentu saja berbeda kan? Apakah Anda tidak takut di kuasai dokter? Yup! Demikian juga dengan kami para hipnoterapist dan psikolog resmi dan berkompetensi, tugas kami adalah memandu Anda mencapai tujuan dan pemulihan yang Anda inginkan, bukan untuk hal lain yang tidak perlu.
• Takut rahasia terbongkar
Tahukah Anda, Anda seorang psikolog, hypnotherapist seperti saya atau rekan –rekan saya yang lain memiliki kode etik dalam memberikan jasa layanan psikologi atau bantuan apapun terhadap orang lain? Kami mempunyai kode etik untuk menjaga setiap kerahasiaan dari informasi yang Anda berikan selama terapi atau sesi bersama kami. Jika kami membocorkan rahasia Anda atau apapun yang tidak kita sepakati bersama, maka reputasi, nama baik dan bahkan ijin praktek kami dapat dibatalkan dan bahkan Anda memiliki hak untuk menuntut kami secara hukum lho….
Jadi jangan khawatir, sampaikan informasi rahasia terdalam Anda yang sesuai yang sekiranya menurut Anda perlu Anda bereskan dalam diri Anda. Jika Anda tidak terbuka, cukup sulit bagi orang yang mau membantu Anda, karena hanya Anda yang mengenal diri Anda sendiri.. kami bukan cenayang atau dukun yang bisa mengetahui semua pengalaman hidup Anda dan perasaan – perasaan yang Anda miliki.
• Takut melakukan hal konyol dan lucu
Kalau di TV, tahukah Anda jika beberapa orang ingin masuk TV supaya eksis, narsis, atau terkenal? Beberapa orang mungkin tidak peduli ketika harus melakukan adegan konyol atau bercerita banyak hal di TV selama proses hypnosis, karena mungkin mereka beranggapan “yang penting eksis dan masuk TV dan mungkin dapat tips juga, toh banyak artis melakukan banyak hal bego atau konyol di TV dalam rangka acting” atau “kapan lagi punya kenalan artis” banyak faktor mengapa hal yang Anda lihat dalam pertunjukkan hypnosis panggung yang konyol itu bisa terjadi. Orang akan mengijinkan sesuatu terjadi selama menurut dirinya hal itu masih di dalam batas wajar dan tidak membahayakan.
Tentunya, sekali lagi dalam proses sesi bersama hipnoterapis, semua kegiatan akan ditujukan untuk pemulihan atau apapun sesuai tujuan positif Anda. Kami selalu serius memberikan pelayanan yang terbaik untuk Anda.
• Takut tidak bisa keluar dari keadaan hypnosis
Semua orang dapat keluar dari keadaan hypnosis dengan sendirinya, atau diri bisa memerintahkan diri untuk bangun ataupun dengan bantuan hipnoterapis. Mengapa? Karena kembali lagi pada prinsip Anda adalah penguasa atas diri Anda, Anda hanya akan mengijinkan sugesti atau perkataan positif atau saran yang baik yang mendukung tujuan hidup Anda dan pemulihan Anda. Tentu saja segera mengambil keputusan sekarang untuk berkonsultasi dengan para hipnoterapis yang terpecaya akan menjadi pilihan yang ditunggu –tunggu dan ingin segera dilakukan.
Ok! Jadi… kesimpulannya… Seorang HIPNOTERAPIS adalah seorang professional untuk memberikan jasa layanan penyembuhan atau pemulihan dan membawa kehidupan Anda lebih baik, kami bukan KOMEDIAN. Jika Anda mencari sensasi atau ingin eksis, maka carilah rekan – rekan yang memang khusus di bidang itu. Kami Hipnoterapis BUKAN kriminal intensi dan niat kami adalah BRING YOUR LIFE BETTER. Kalau Anda bertemu dengan jenis – jenis atau hal – hal lain seperti ilmu – ilmu yang lain yang menurut Anda ada unsur magis yang merugikan Anda, maka hal itu bukan jenis HIPNOSIS yang dipelajari secara ilmiah dan tidak berlisensi professional tentunya…
Jadi, pastikan sekarang Anda menghubungi dan kembangkan diri Anda menjadi jauh lebih luar biasa lagi dengan hypnosis dan gabungan integrasi ilmu pikiran lainnya untuk memaksimalkan pikiran Anda mencapai apa yang Anda mau. Tentu Anda penasaran, seperti apa rasanya mengalami perubahan menjadi jauh lebih positif dalam sesi hipnoterapi bersama kami… Anda akan tahu beda sesi terapi hipnoterapi di TV atau di jalan dengan sesi hipnoterapi resmi bersama kami, buktikan dengan mata kepala Anda sendiri sekarang… dari pada hanya berasumsi dan tidak membuktikannya… Kami selalu siap membantu Anda! Salam sukses untuk Anda
Maya Hugeng-24 Sept 2015

INTRO NLP : Wondering about general link between NLP and Psychology

 

Just My Opinion – Welcome for discuss and critics – by Mayasari Hugeng March 2014

Pertamakali mendengar kata NLP, yang terlintas dalam benak saya pribadi adalah mungkin ilmu yang mempelajari tentang hubungan kesatuan antara biologis dan pikiran bahkan psikis atau perasaan. Ada lagi sih pikiran skeptis saya tentang NLP sebagai orang yang hidup di lingkungan akademisi psikologi, yaaahh.. sempat terlintas bahwa NLP adalah ilmu kecebret kosong alias marketing untuk membuat orang lain tertarik. Setelah medapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai NLP yang setidaknya terdiri dari Neuro Linguistic Programming, ternyata saya mendapatkan sebuah kesimpulan baru, bahwa NLP menggunakan bahasa yang dapat diterima oleh saraf-saraf dalam tubuh kita dalam mengelola informasi yang berujung pada tindakan apa yang akan kita tampilkan dilingkungan. Bahasa tidak sekedar hanya diucapkan, namun memiliki banyak cara penyampaian bahasa untuk menyesuaikan dengan program atau jalan pikiran masing-masing orang. Pikiran yang dimaksud dapat dimulai dari pikiran bawah sadar seseorang sampai menaikkannya sebagai sebuah pikiran otomatis yang langsung muncul pada perilaku. Dalam memahami pikiran orang lain, dibutuhkan sensory acuity, melatih seluruh indra dalam diri untuk menganalisa apa yang sedang terjadi, supaya tidak ada ada informasi yang terlewatkan.

Dengan secuplik pengertian diatas, berarti NLP dapat digunakan untuk banyak hal antara lain marketing-selling, konseling, terapi fobia, stress, depresi, membangun relasi, public speaking, dalam hal akademik, mind-set management. Wow! Banyak juga ya manfaatnya.. nampaknya jika dilihat-lihat ada yang sejalan dengan pekerjaan psikolog atau praktisi psikologi nih.. Saya mencoba melihat kembali dimana kesamaannya. Ternyata NLP sendiri berasal mula dari modelling oleh ahli linguistic (ahli bahasa) yang bernama John Grinder dan Richard Bandler seorang ahli matematika computer, mereka memodel para ahli : gestalt therapy, family therapy, filsuf-antropolog, yang pada akhirnya mendapatkan pola-pola bahasa yang logis dan efektif dalam pemberian terapi. Akhirnya hal ini terus berkembang dan salah satu yang rajin mempraktekannya adalah Anthony Robins, yang terkenal sebagai praktisi NLP yang aplikatif pada permasalahan sehari-hari, dan membuat ilmu NLP semakin dikenal banyak orang. Jadi.. jika dilihat-lihat maka awalnya berasal dari jenis-jenis terapi yang nampaknya juga diajarkan secara resmi di pendidikan formal psikologi.

Psikologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari perilaku manusia. Bagi orang yang mempelajari dan kuliah di bidang psikologi, maka observasi dan interview menjadi salah satu hal yang harus terus diasah. Seorang psikolog harus bisa menjadikan diri sebagai alat asesmen untuk scanning permasalahan, lingkungan hidup dan perilaku orang lain, tentu saja hal ini juga akan dapat dibuktikan kebenaran reabilitasnya dengan menggunakan alat tes psikologi lain yang sudah valid dan reliable yang disesuaikan dengan kebutuhan klien. Yup betul sekali, bisa jadi perbedaan mendasarnya ada di sini! Pada alat tes yang reliabel dan valid. Ada satu lagi perbedaan yang saya temukan, kami di psikologi terbiasa mempelajari standar-standar teori bagaimana kepribadian orang terbentuk, mulai dari tahap perkembangan moral, seksual, kognitif, perilaku dan masih banyak hal kompleks lainnya. Kami juga lebih mendalami bagaimana mendiagnosa gangguan kejiwaan dengan standard baku yang harus terpenuhi, yang mungkin di NLP ataupun saudara NLP yaitu hypnotherapy kurang dibahas lebih kompleks dan mendalam karena langsung menuju ke outcome.

Saya yang pernah belajar ilmu psikologi, menjadi sedikit bertanya-tanya, jika demikian, mengapa NLP di Indonesia masih di anggap sebagai pseudoscience atau sebuah ilmu yang belum dapat dibuktikan kebenarannya? Apakah mungkin karena banyak praktisi yang murni belajar secara otodidak khusus NLP dan semacamnya dan tidak belatar belakang psikologi hanya sekedar mengandalkan praktek dan jam terbang untuk membuat modul, menerbitkan buku ataupun membuat pengajaran? Setelah mencari informasi, ternyata jawabannya ya bisa jadi! Jika kita memandangnya dari sudut pandang ilmu pengetahuan yang empiris dan baku. Sekedar informasi, apabila seorang ahli meneliti sesuatu dan ingin mendapatkan pengakuan ilmiah resmi, maka ia disarankan untuk menulis artikel dalam jurnal ilmiah yang diakui secara internasional. Mengapa? Karena dalam untuk dapat tampil dalam jurnal ilmiah level internasional akan dilakukan seleksi terlebih dahulu oleh kemungkinan lebih dari lima blind reviewer yang terdiri dari para ahli sesuai tulisannya. Tugas blind reviewer adalah meneliti dan mengkritisi tulisan yang telah ditulis sebelum di muat di jurnal ilmiah. Sedangkan jika membuat sebuah buku, belum tentu direview oleh banyak reviewer yang ahli dibidangnya.

Yah… tak di pungkiri di jaman sekarang ini, gaya hidup masyarakat tergolong instan atau cepat. Tidak peduli apapun masalahnya, jika butuh bantuan biasanya kecenderungan untuk ingin segera terpenuhi. Jadi kesimpulan saya dari perkenalan pertama dengan NLP, don’t focus to much about empirical science, just focus to outcome. Selama hasilnya bisa membantu dan terbukti, berarti bisa digunakan untuk melengkapi kemampuan kita untuk menolong diri sendiri dan orang lain untuk maju dan berkembang. Banyak jalan menuju Roma bro… Merdeka!