KELUHAN ABAD 20 ORANG TUA atau GURU

Anakku kok MALES sih!

Anakku nuakal minta ampun, gak pengertian! Gak ngerasain jadi ortu!

Anakku main terus gak belajar!

Anakku susah di banguni pagi!

Anakku mandi aja harus di suruh! Makan lama!

Anakku gak bisa diatur!

Anakku gak bantu ortu!

Anakku gak ada usaha menyenangkan ortu!

Anakku gak tahu terimakasih!

Anakku suka bertengkar, nyengak, bentak, berantem, temperamen lah!

ARRGGHHHH… sayyaaaa sudaahhhh sumpekk buanget jika mendengar kata – kata seperti itu! Di usia saya yang sudah seperempat abad.. saya masih cukup sering mendengar keluhan model gitu… sampai saya sering mengambil waktu untuk memperdalam hal ini..

Perlu saya akui… bahwa semua perkataan di atas terjadi di dalam kehidupan saya dan membuat saya menjadi cukup sulit move on jika di dalam rumah.. rasanya kata “SAYANG” dari orang tua itu selalu membuat dilemma dalam hati dan akhirnya saya mulai kebal… dan kata “SAYANG” itu di dalam pikiran saya sudah saya artikan sebagai “BAYAR UTANG SEGERA!, MENEKAN! Dan BENCI!” sampai usia saya yang segini pun hampir gak pernah orang tua memuji, atau mengatakan puas dengan apa yang sudah saya lakukan untuk mereka tanpa kata – kata “….PUAS, TAPI…”

Saya merasa cukup penakut, tidak berani keluar dari zona nyaman, takut gagal, takut orang tua kenapa – kenapa, tidak percaya diri, banyak berpikir tanpa bertindak.. dan pengecut…. sampai saya hampir setiap hari berusaha membuat diri saya sendiri bersemangat dan menikmati hidup, serta bertahan hidup.. meski saya sering jengkel akut,,,marah,,,membentak.. dan tindakan usaha apapun yang diluar kebiasaan yang saya lakukan demi menekan limit mandiri saya.. saya tetap baik dan menganggap mereka orang tua saya dan saya sayang, dan “SAYANG” yang saya berikan hanya meminta imbalan kata-kata yang positif…

Saya kira hal ini hanya terjadi pada saya… ternyata semakin banyak terjadi di lingkungan sekitar saya…dan rasanya saya perlu berbagi sedikit…

TAHUKAH ANDA wahai para orang tua :

Jika anak Anda berpikiran sempit padahal mereka memiliki pemikiran yang luas dan terbuka anugerah dari Tuhan, Anda perlu cek beberapa hal ini :

  • Pernahkah Anda menanamkan jika anak mendapatkan nilai jelek di sekolah, atau sakit, atau gagal, maka akan membuat orang tua menderita????

HAL INI SANGAT NEGATIF dan tersimpan di pikiran anak dan membuat konsep diri mereka jadi negatif, dan tahukah Anda bahwa mereka belum bisa mengendalikan ini?

Jika Anda membuang pikiran negative ini dan membiarkan anak berusaha menggunakan kemampuan dari diri mereka sendiri, perlahan – lahan anak akan menggunakan kemampuan diri mereka secara alami dan perubahan terjadi dengan cara mereka sendiri (bukan cara Anda) dan hal ini akan menjadi batu loncatan untuk kesuksesan anak.

MAU PERUBAHAN yang LEBIH CEPAT : SAYANGI anak Anda karena cinta dapat menyembuhkan luka pada anak.

  • Tahukah Anda bahwa 70% kata – kata seorang ibu adalah omelan. Saya tidak tahu bagaimana Anda? Kalau ibu saya sih iya! Meski kalau saya sampaikan hal ini pada beliau, kayaknya beliau bisa ngomel 3 hari 3 malam… saya juga gak mau bahas ini sebenernya…takut para ibu – ibu ngomel ke saya… tapi dari pada hubungan ibu dan anak semakin banyak yang terluka dan ntar ujung – ujungnya ke saya pas udah parah… wah mending saya ambil reskio deh… saya buka di sini, kalau gak terima silahkan kontak saya kita jadwalkan untuk sesi aja deh… hehehe J…

INI FAKTAnya, mudah – mudahan Anda tidak melakukan ini karena Anda sudah paham betul rasanya gak enak di gini’in dan harus segera ganti strategi :

“ibu – ibu biasanya berkomunikasi dengan anak lewat perintah, cercaan, dan pernyataan tentang hal – hal yang tidak bisa dilakukan oleh anak”

Kata para ahli Shichida Child Education dan saya juga setuju :

“Mari ubah kata – kta menjadi ajakan,sopan, afirmasi atau komentar yang menyentuh hati”

INGAT… anak juga manusia seperti Anda…mereka merespon dan bereaksi sama dengan orang dewasa yang akan merespon negative terhadap perintah, penolakan, dan pernyataan yang menghalangi dirinya

  • Pikiran kita dan Anak bekerja dengan baik saat rileks, memuji Anak, menyampaikan sesuatu yang menghargai Anak akan mengembangkan kecerdasan Anak berkali – kali lipat dan memaksimalkan potensinya dan orang tua senang anakpun senang.

Apa sih maksudnya, ini yaaa Anda lihat dan nilai sendiri :

Penggalan percakapan 1 yang masuk di telinga saya :“Jangan main GAME atau Ekstrakurrikuler terus! PULANG! MANDI! BELAJAR! Jangan alas an capek lalu tidak belajar! Ulangan mu gak pernah 100! Lebih baik kamu berhenti ikut kegiatan kesukaanmu itu dan belajar!!”

Penggalan percakapan 2 yang masuk di telinga saya yang saya nguping dari ortu teman saya yang sekarang udah lebih sukses dan mandiri dari saya : “Nak, gimana sekolahnya? Ada yang mau dijelasin lagi kah sama mama siapa tau ada yang belum paham? Hari ini eksulnya seneng yaaaa?? Ayooo makanlah dulu… istirahat sebentar.. nanti mama temani ngulang pelajarannya sedikitttt aja ya..atau sambil cerita –cerita kerjaan mama ya biar kamu juga tau… sebelum bobo….*sambil di kecup”

Nahhh… gimanaaa…kalau Anda jadi anaknya… mana yang masih akan belajar lagi setelah pulang sekolah dengafamily_rules_inspiration_for_a_happy_family_poster-rf92b9fbf12064449b0525b08d9561f66_wdk_8byvr_512n perasaan senang dan suasana rumah yang penuh damai dan bahkan Anaknya berprestasi?

Hayoooo gimana hayoo….

Masih belum ikhlas milihnya? Masih banyak “tapi” dipikiran Anda…

Kalau iya…

Bayangin deh yang ngomong seperti itu bos Anda atau orang lain… Anda mau kah di begitukan? Ntar saya cobain klo mau… hehehehe #tanpa bermaksud kurang ajar..ampun

Bayangin… orang dewasa aja yang udah banyak makan asam garam kehidupan *katanya… masih bisa marah dan tersinggung dengan ucapan anak kecil.. padahal katanya control orang dewasa lebih bagus… lah masak anak kecil yang di suru ngalah?? Bukankah Anda juga pernah kecil?

Sekarang saja Anda ingat kembali… keseharian Anda apakah Anda suka menerima perintah?

Apakah Anda suka di bentak dan dihakimi tanpa ditanya dan dipercaya?

Apakah Anda bisa terima jika hasil kerja Anda yang mungkin belum sempurna di caci atau di komentari seperti Anda ngomentari anak Anda (misal : penghasilan financial yang terbatas, lelah karena seharian sekolah dan besok bangun pagi, ingin bergaul) ?

Nah! Itu aja sharing dari saya… untuk Anda para orang tua… saya menulis hal ini sambil membaca buku dari Makoto Shichida (2012) Metode Pendidikan Untuk Menarik Keluar Kekuatan Dan Potensi Diri Anak Yang Luar Biasa. Jakarta : Kompas gramedia.

Jika anda ingin konsultasi dengan kami untuk menyelesaikan sakit hati Anda atau anak, atau menggali win – win solution untuk Anda dan anak Anda… segera hubungi kami ya… kalau Anda bisa melakukannya dengan mandiri kami sangat senang sekali…

Namun kadang banyak orang tua yang mengatakan “kami udah gitu kok! Kami udah baik! Kami udah dukung! Tapi anaknya gak ada perubahan…..”

Nahhh… jika masih ada pikiran itu.. mari hubungi kami sekarang.. terkadang kita butuh orang lain untuk melihat bagian belakang kepala kita atau punggung kita… kita lihat sendiri kadang gak jelas… kadang butuh mediator juga antara Anda dan anak Anda…

Kami siap! Tunggu apa lagi… tunggu Anak Anda atau Anda tua? Ya ga apa – apa sih… tapi saya mah gak kuat nyeseknya.. coba saya tau dari dulu orang – orang yang kompeten yang bisa kasih tahu saya hal – hal ini… maklum karena dulu saya di masa “gak keluar dari kotak karena takut dimarahi dan dianggap gak sayang” jadi pas dewasa malah harus berjuang mati – matian…. dan hilanglah di pikiran saya “ini demi kebaikanmu nak…” yak elah… masak sih…. saya pasti bisa jauh lebih baik lagi jika saya mendapatkan perlakuan yang tepat sejak saya kecil…..

Terimakasih untuk para orang tua yang sudah bersedia membiayai, tetap ada untuk saya dan anak –anak…. kami tahu Anda sayang pada kami… dan Anda pun dengan senang hati belajar mengatakan hal yang positif dan afirmasi apapun yang terjadi pada kami… seandainya masih kesulitan, kami yakin belajar bersama kami, untuk kepentingan Andak Anda bukanlah suatu hal yang berat untuk Anda… tidak seberat dan selama anak – anak anda bersekolah di sekolah yang mungkin menurut mereka tak berguna dan membosankan. (diakui lho gak semua pelajaran di sekolah bisa di aplikasikan dan di pakai saat kerja)… Jadi… orang tua aja yang belajar.. orang tua juga belajar bagaimana menjadi orang tua SUPER KEREN!

Terimakasih, dan salam sayang selalu dari kami para anak!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s